READINGCHARLESDICKENS – Indonesia, negeri yang kaya akan keragaman budaya, tak hanya terkenal dengan keindahan alamnya tetapi juga keanekaragaman kulinernya. Setiap daerah memiliki ciri khas yang membedakannya, termasuk dalam masakan. Salah satu kekayaan kuliner yang menjadi ikon Jawa Timur adalah Rawon Nguling, sebuah hidangan berkuah hitam yang sarat dengan cita rasa dan aroma rempah-rempah.

Sejarah dan Asal Usul Rawon Nguling

Rawon adalah masakan sup daging yang berkuah hitam pekat, unik dan khas yang berasal dari Jawa Timur. Versi yang paling terkenal adalah Rawon Nguling, yang berasal dari daerah Nguling di Pasuruan. Nama “Nguling” sendiri diambil dari nama kecamatan yang terletak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Rawon telah ada sejak zaman kerajaan di Jawa Timur dan terus berkembang hingga sekarang.

Bahan dan Rempah-Rempah Kunci

Memasak Rawon Nguling memerlukan kombinasi daging sapi yang berkualitas dan aneka rempah-rempah. Daging sapi yang biasanya digunakan adalah bagian sandung lamur atau has dalam karena teksturnya yang empuk dan mudah menyerap bumbu. Rempah-rempah yang digunakan dalam rawon meliputi bawang merah, bawang putih, kemiri, serai, daun jeruk, dan yang paling penting adalah kluwek. Kluwek adalah bahan utama yang memberikan warna hitam khas dan rasa yang mendalam pada kuah rawon.

Proses Memasak Rawon Nguling

Memasak Rawon Nguling adalah sebuah seni yang membutuhkan kesabaran dan kepiawaian dalam mengolah rempah-rempah. Berikut adalah langkah-langkah dalam memasak Rawon Nguling:

  1. Persiapan Bahan:
    • Daging sapi dipotong dadu dan dicuci bersih.
    • Rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, dan lainnya dihaluskan untuk membuat bumbu halus.
    • Kluwek dikecikkan dan dicampurkan ke dalam bumbu halus.
  2. Menumis Bumbu:
    • Tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan serai dan daun jeruk.
  3. Mengolah Daging:
    • Masukkan potongan daging sapi ke dalam tumisan bumbu dan aduk hingga daging berubah warna.
  4. Perebusan:
    • Tuangkan air bersih hingga daging terendam, rebus dengan api kecil hingga daging menjadi empuk.
  5. Penyajian:
    • Setelah daging empuk dan kuah mengental, rawon siap disajikan bersama nasi hangat, telur asin, sambal, dan kerupuk udang.

Sensasi Rasa Rawon Nguling

Rawon Nguling menawarkan sensasi rasa yang kompleks. Kuahnya yang hitam pekat, berpadu sempurna dengan keharuman rempah-rempah dan tekstur daging yang empuk. Rasa gurih, sedikit manis, dan pedas berpadu menjadi satu, menciptakan pengalaman makan yang tak terlupakan. Saat kuah rawon Nguling bersentuhan dengan lidah, rasa rempah-rempah yang kuat langsung terasa, disusul dengan kelembutan daging sapi yang telah terbumbui dengan sempurna.

Kesimpulan

Rawon Nguling tidak hanya sekadar masakan, tetapi juga bagian dari warisan budaya Jawa Timur yang patut dilestarikan. Memasak rawon merupakan cara untuk menghargai dan mempertahankan warisan kuliner leluhur. Bagi para pecinta kuliner, belajar memasak Rawon Nguling adalah sebuah perjalanan menemukan kekayaan rasa yang sesungguhnya dari Indonesia. Jadi, apakah Anda siap untuk mencoba memasak dan merasakan sensasi daging dengan kuah hitam khas Jawa Timur ini?