readingcharlesdickens.com

readingcharlesdickens.com – Banjir dahsyat akibat curah hujan tinggi telah menggulung Bavaria, di bagian selatan Jerman, mengakibatkan satu kematian dan pemindahan massal terhadap ribuan penduduk pada hari Sabtu (1/6). Seorang anggota tim pemadam kebakaran berusia 42 tahun meninggal dalam tugasnya saat proses evakuasi korban banjir.

Ketika sibuk menyelamatkan korban, sebuah kapal yang membawa empat rekan sejawatnya terbalik. Menurut pernyataan dari seorang pejabat di Pfaffenbach an der Ilm, Bavaria, tubuh petugas tersebut ditemukan pada hari Minggu (2/6) pagi, menurut laporan Reuters.

Di tengah upaya penyelamatan yang sedang berlangsung, pemerintah lokal Bavaria saat ini sedang bersiap menghadapi potensi banjir lebih lanjut. Saat ini, masih ada sekitar 3.000 orang yang perlu dievakuasi karena pemutusan aliran air di beberapa wilayah di selatan Jerman.

Chancellor Jerman Olaf Scholz telah menyampaikan rasa terima kasih dan belasungkawa kepada seluruh tim penyelamat yang telah berjuang dalam bencana banjir ini. “Kami berterima kasih dan menghargai para pekerja penyelamat dan semua yang berjuang melawan dampak banjir di berbagai lokasi,” tulis Scholz di platform media sosial X.

Scholz juga dijadwalkan mengunjungi area Munich pada hari Senin (3/6), dan akan bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Fancy Faeser dan Perdana Menteri Bavaria untuk membahas langkah-langkah penanganan lebih lanjut terkait bencana tersebut.

Robert Habeck, Menteri Perekonomian sekaligus Wakil Rektor, telah berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada wilayah yang terkena dampak banjir. Dia juga mengaitkan peningkatan curah hujan dengan perubahan iklim, mengingatkan bahwa kejadian bencana alam semakin sering. “Bencana alam selalu ada bersama kita. Apa yang kita lihat adalah peningkatan frekuensi kejadiannya. Banjir besar terjadi setiap beberapa tahun… dan curah hujan tinggi terjadi lebih sering,” kata Habeck.

Sementara itu, tim penyelamat terus berupaya keras untuk mengevakuasi ribuan orang yang masih terisolasi di rumah mereka.

Peristiwa banjir besar serupa juga pernah melanda beberapa wilayah Eropa pada tahun 2021, yang menyebabkan kira-kira 200 orang kehilangan nyawa.